Minggu, 06 Mei 2018

Eektronika Kapasitor


Kapasitor Pada ELektronika
Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan atau energi listrik. 
Kemampuan sebuah kapasitor dalam menyimpan muatan listrik dinyatakan dalam sebuah besaran yang disebut kapasitas dengan satuan farad.
Cara pembacaan nilai kapasitor berbeda – beda sesuai dengan jenisnya, ada yang tertera pada bodi kapasitor ( dalam bentuk label ) dan ada pula yang menggunakan kode warna. Pembacaan nilai kapasitor yang menggunakan kode warna mirip dengan pembacaan pada resistor, yakni : 
Angka ke-1 menunjukkan bilangan puluhan
Angka k-2 menunjukkan bilangan satuan
Angka ke-3 menunjukkan bilangan pengali
Contoh : 
1.Pada sebuah kapasitor tertera angka 472 artinya,
Kapasitas = 47 x 102 = 4700 pF = 4,7 nF
2.Pada sebuah kapasitor tertulis : 470 μF, 25V artinya,
Kapasitas = 470 μF dengan tegangan kerja = 25 volt.

2.CARA KERJA
Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain.
Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini "tersimpan" selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. 

3.MANFAAT KAPASITOR DALAM KEHIDUPAN SEHARI – HARI
          Untuk memilih frekuensi pada pesawat radio penerima
Untuk menghasilkan arus sesaat yang besar pada komponen blitz
Untuk menghilangkan bunga api pada sistem pengapian kendaraan bermotor


4.JENIS – JENIS KAPASITOR
Kapasitor dibedakan menjadi dua yakni :
1.kapasitor tetap 
2.kapasitor variabel.
Kapasitor tetap nilai kapasitasnya sudah tidak dapat diubah-ubah seperti : kapasitor film,kapasitor polyster,kapasitor keramik,kapasitor mika , dll. Sedang kapasitor variabel adalah kapasitor yang nilai kapasitasnya dapat diubah – ubah seperti : VARCO ( Variabel Condensator ), kapasitor Trimer.

Berikut diberikan beberapa contoh kemasan kapasitor yang ada dipasaran :
1.Kapasitor Kertas
Kapasitor ini terdiri dari du pelat timah yang disekat oleh kertas dan kemudian digulung sehingga berbentuk silinder. Dalam hal ini kertas berfungsi sebagai dielektrik yang memisahkan kedua pelat timah.

2.Kapasitor Elektrolit
Kapasitor ini terdiri dari pelat alumunium dan alumunium oksida yang dipisahkan oleh kertas yang direndam dalam larutan alumunium berat. Pelat ini kemudian digulung membentuk silinder.
Ciri – cirinya adalah :
1.Memiliki polaritas yakni positif dan negatif
2.Nilai kapasitasnya dinyatakan dalam μF dan dengan tegangan kerja tertentu yang tidak boleh dilampaui.
3.Kerusakan yang sering terjadi adalah konslet,kering,bocor,atau meletus.

3.Kapasitor Variabel
Kapasitor ini terdiri dari dua tumpukan pelat konduktor yang dipisahkan oleh udara. Kumpulan pelat yang satu dapat di putar terhadap kumpulan pelat yang lain dan ini akan menyebabkan kapasitas dari kapasitor ini berubah. Kapasitor ini digunakan antara lain untuk memilih frekuensi gelombang pada pesawat radio penerima.



4.Kapasitor Tantalum
Ciri – cirinya :
1.Memiliki polaritas positif dan negatif
2.Berfungsi sama dengan kapasitor elektrolit
3.Nilai kapasitasnya dinyatakan dalam μF
4.Mempunyai unsur logam yang kuat

5.Kapasitor Trimer
Ciri – cirinya :
Penyetelan dilakukan menggunakan obeng
Kedua keping logamnya diisolasi menggunakan lapisan tipis
Memiliki kapasitas antara 20 pF hingga 100 pF
Dimanfaatkan pada penerima radio maupun pesawat komunikasi
Berfungsi sebagai pemilih gelombang / tunning.

6.Kapasitor Film
Ciri – cirinya adalah :
1.Tegangan kerjanya sangat tinggi
2.Tidak memiliki polaritas
3.Nilai kapasitasnya dinyatakan dalam μF
4.Kapasitas ada yang tertulis langsung dan ada menggunakan kode warna
5.Banyak digunakan pada lampu blitz kamera

7.Kapasitor Keramik
Ciri – cirinya :
1.Tidak memiliki polaritas / nonpolar
2.Bentuk bulat tipis ( seperti kancing baju )
3.Kapasitasnya dinyatakan dalam pF
4.Tegangan kerjanya mulai dari 25 volt, 50 volt , 100 volt , 150 volt , 200 volt , 400 volt bahkan sampai ribuan volt.
5.Nilai kapasitasnya ada yang tertulis langsung dan ada yang menggunakan hitungan.

Fungsi, Jenis-Jenis Dan Pengertian Kapasitor
Gambar jenis-jenis kapasitor
Kapasitor adalah suatu komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan arus listrik dalam bentuk muatan, selain itu kapasitor juga dapat digunakan sebagai penyaring frekuensi. Kapasitas untuk menyimpan kemampuan kapasitor dalam muatan listrik disebut Farad (F) sedangkan simbol dari kapasitor adalah C (kapasitor).  sebuah kapasitor pada dasarnya terbuat dari dua buah lempengan logam yang saling sejajar satu sama lain dan diantara kedua logam tersebut terdapat bahan isolator yang sering disebut dielektrik.

Bahan dielektrik tersebut dapat mempengaruhi nilai dari kapasitansi kapasitor tersebut. adapun bahan dielektrik yang paling sering dipakai adalah keramik, kertas, udara, metal film dan lain-lain. Kapasitor sering juga disebut sebagai kondensator. Kapasitor memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran, tergantung dari kapasitas, tegangan kerja, dan lain sebagainya.
Suatu kapasitor mempunyai satuan yaitu Farad (F), yang menemukan adalah Michael Faraday(1791-1867) pada dasarnya kapasitor dibagi menjadi 2 bagian yaitu kapasitor Polar dan Non Polar, berikut penjelasanya :
1. Kapasitor Polar adalah kapasitor yang kedua kutubnya mempunyai polaritas positif dan negatif, biasanya kapasitor Polar bahan dielektriknya terbuat dari elketrolit dan biasanya kapasitor ini mempnyai nilai kapasitansi yang besar dibandingkan dengan kapasitor yang menggunakan bahan dielektrik kertas atau mika atau keramik.Lihat pada gambar di bawah.

2. Kapasitor Non Polar adalah kapasitor yang yang pada kutubnya tidak mempunyai polaritas artinya pada kutup kutupnya dapat dipakai secara berbalik. biasanya kapasitor ini mempunyai nilai kapasitansi yang kecil dan bahan dielektriknya terbuat dari keramik, mika dll.
Satuan-satuan yang sering dipakai untuk kapasitor adalah :
* 1 Farad = 1.000.000 µF (mikro Farad).
* 1 µFarad = 1.000 nF (nano Farad).
* 1 nFarad = 1.000 pF (piko Farad).

Sifat dasar sebuah kapasitor adalah dapat menyimpan muatan listrik, dan kapasitor juga mempunyai sifat tidak dapat dilalui arus DC (direct Current) dan dapat dilalui arus AC (alternating current) dan juga dapat berfungsi sebagai impedansi (resistansi yang nilainya tergantung dari frekuensi yang diberikan). kapasitor berdasarkan nilai kapasitansinya dibagi menjadi 2 bagian:
a. kapasitor tetap adalah seperti yang telah saya jelaskan diatas.
b. kapasitor variable adalah kapasitor yang dapat diubah nilainya. Biasanya kapasitor ini digunakan sebagai tuning pada sebuah radio. Ada 2 macam kapasitor variable yaitu varco (variable Capacitor) dengan inti udara dan varaktor ( dioda varaktor). Pada dasarnya varaktor adalah sebuah Dioda tetapi dipasang terbalik, dioda varaktor dapat mengubah kapasitansi dengan memberikan tegangan reverse kepada ujung anoda dan katodanya. Biasanya varaktor digunakan sebagai tuning pada radio digital dengan fasilitas auto search.

Fungsi kapasitor pada rangkaian elektronika biasanya adalah sebagai berikut:
1. Kapasitor sebagai kopling, dilihat dari sifat dasar kapasitor yaitu dapat dilalui arus ac dan tidak dapat dilalui arus dc dapat dimanfaatkan untuk memisahkan 2 buah rangkaian yang saling tidak berhubungan secara dc tetapi masih berhubungan secara ac(signal), artinya sebuah kapasitor berfungsi sebagai kopling atau penghubng antara 2 rangkaian yang berbeda.

2. Kapasitor berfungsi sebagai filter pada sebuah rangkaian power supply, yang saya maksud disini adalah kapasitor sebagai ripple filter, disini sifat dasar kapasitor yaitu dapat menyimpan muatan listrik yang berfungsi untuk memotong tegangan ripple.


3. Kapasitor sebagai penggeser fasa.


4. Kapasitor sebagai pembangkit frekuensi pada rangkaian oscilator.


5. Kapasitor digunakan juga untuk mencegah percikan bunga api pada sebuah saklar.

Penemu Kapasitor
Kapasitor ditemukan oleh penemu kapasitor yang bernama Michael Faraday (1791 – 1867) dan untuk mengenang jasanya maka satuan Kapasitor disebut “Farad” yang berasal dari nama sang penemu. Pernahkah terlintas dibenak anda ”Kok dinamai Kondesator??” mengapa kapasitor sampai mempunyai nama lain kondensator?? adalah karena pada masa itu pada tahun 1782 dunia masih kuat akan pengaruh dari ilmuan kimiawi lainnya yaitu Alessandro Volta, yang berkebangsaan italia. Dimana pada masa tersebut segala komponen yang berkenaan dengan kemampuan untuk menyimpan suatu muatan listrik yang tinggi dibanding komponen lainnya ia sebut dengan nama Condensatore (Bahasa Italia).
Jadi itulah mengapa kondensator nama lain dari kapasitor.

Pengenalan Kapasitor

- Terdiri atas dua keping konduktor yang ruang diantaranya diisi oleh dielektrik (penyekat)
- Besaran kapasitor adalah Kapasitas.
- Satuan SI dari kapasitas adalah farad (F)

Cara Kerja Kapasitor 

Cara kerja kapasitor dalam sebuah rangkaian adalah dengan mengalirkan elektron menuju kapasitor. Pada saat kapasitor sudah di penuhi dengan elektron, tegangan akan mengalami perubahan. Selanjutnya, elektron akan keluar dari sebuah kapasitor dan mengalir menuju rangkaian yang membutuhkannya. Dengan begitu, kapasitor akan membangkitkan reaktif suatu rangkaian.
Kapasitas Kapasitor
Kapasitas adalah ukuran kemampuan atau daya tumpang kapasitor untuk menyimpan muatan listrik untuk beda potensial yang diberikan.

Rumus Kapasitas Kapasitor
C = q / V
1 farad = 1 couloumb / volt

Kapasitor Pelat Sejajar

Memperbesar Kapasitansi Kapasitor
Memperbesar luas pelat
Agar ukuran kapasitor tidak terlalu besar maka kedua pelat dibatasi dengan lapisan tipis isolator.

Memperkecil jarak antar pelat
Kapasitansi dapat diperbesar dengan cara ini tetapi , dapat menimbulkan kebocoran disebabkan jarak antar pelat yang sangatkecil.

Menggunakan bahan dielektrik
Bahan dielektrik yang digunakan adalah bahan dengan konstanta dielektrik tinggi sebagai lapisan pemisah dua pelat

Rangkaian Kapasitor Seri 
Kapasitas Ekuivalen Seri 


V = q ( 1/C1 + 1/C2 )

Rumus Kapasitas Seri

Kebalikan dari kapasitor ekivalen dari susunan seri kapasitor sama dengan jumlah kebalikan dari tiap - tiap kapasitas.

Rangkaian Kapasitor Paralel 

Kapasitas Ekuivalen Paralel
q = ( C1 + C2 ) V

Rumus Kapasitor Paralel 

Kapasitas ekivalen dari susunan paralel sama dengan jumlah tiap -tiap kapasitas.


Minggu, 19 November 2017

Contoh kasus IRR (Internal Rate of Return) Dan Contoh kasus NPV (Net Present Value)

INTERNAL RATE OF RETURN (IRR)

 INTERNAL RATE OF RETURN (IRR)
Internal Rate of Return adalah tingkat bunga yang akan menjadikan jumlah nilai sekarang dari proceeds sama dengan nilai sekarang dari outlay.
Rumus yang dapat digunakan dalam IRR adalah:
                                                 P2 – P1
IRR = P1 – C1 x
                                                C2 – C1
Dimana:
P1 = nilai persentasi (i) yang menghasilkan NPV positif
P2 = nilai persentasi (i) yang menghasilkan NPV negatif
C1 = NPV positif
C2 = NPV negative


Contoh kasusnya 1:
Tuan CHRISTIAN memiliki sebidang tanah yang akan dibangun sebuah usaha yaitu Pabrik Susu. Adapun nilai investasi Tuan CHRISTIAN adalah Rp.640 juta. Proyek penerimaan untuk kedua usaha adalah sebagai berikut:




Tahun
Pabrik Susu
1
Rp. 50 Juta
2
Rp. 150 Juta
3
Rp. 200 Juta
4
Rp. 250 Juta
5
Rp. 300 Juta
6
Rp. 350 Juta

Berapakah nilai IRR-Pabrik Susu tersebut?

Pembahasan:
IRR = P1 – C1 x 
Dimana:
P1 adalah presentasi yang menghasilkan NPV Positif
P2 adalah presentasi yang menghasilkan NPV Negatif
C1 adalah NPV Positif
C2 adalah NPV Negatif

Gunakan metode coba-coba. Misalnya nilai P1 adalah 19%. Maka nilai C1 adalah:
Besarnya PV dapat dilihat dan tabel Present Value Interest Factor (tabel Ill) sebagai berikut:
Tahun
Cashflow
PVIF (19%)
PV
1
Rp. 50 Juta
0,840
Rp. 42,02 Juta
2
Rp. 150 Juta
0,706
Rp. 105,92 Juta
3
Rp. 200 Juta
0,593
Rp. 118,68 Juta
4
Rp. 250 Juta
0,499
Rp. 124,67 Juta
5
Rp. 300 Juta
0,419
Rp. 125,71 Juta
6
Rp. 350 Juta
0,352
Rp. 123,25 Juta
Total PV
Rp. 640,26 Juta

NPV = PV Proceed — PV Outlays
NPV = Rp. 640,26 juta — Rp. 640 juta
NPV = Rp. 260.000
Nilai P1 dan C1 telah diketahui yaitu :
P1 adalah 19%
C1 adalah Rp.260.000
Sedangkan untuk mencari nilai C2, kita gunakan P2 misalnya 20%, sehingga nilai P2 dan C2 adalah:
Tahun
Cashflow
PVIF (20%)
PV
1
Rp. 50 Juta
0,833
Rp. 41,67 Juta
2
Rp. 150 Juta
0,694
Rp. 104,17 Juta
3
Rp. 200 Juta
0,579
Rp. 115,74 Juta
4
Rp. 250 Juta
0,482
Rp. 120,56 Juta
5
Rp. 300 Juta
0,402
Rp. 120,56 Juta
6
Rp. 350 Juta
0,402
Rp. 117,21 Juta
Total PV
Rp. 619,91 Juta

NPV = PV Proceed – PV Outlays
NPV = Rp.619,91 juta – Rp.640 juta
NPV = Rp.20,09 juta


  IRR=P2 – P1. P1 - C1 x
  
  C1 – C2

   IRR = 20% - 0,26% X 20%-19%     = 19% + 0,01% = 19,01%
  
                                    - 20,09 - 0,26
Sehingga IRA dan Pabrik Susu CHRISTIAN adalah 19,01%
CONTOH 2 IRR
Informasi berikut berhubungan dengan proyek investasi Venture Ltd:
Net Present Value (NPV) dengan biaya 25% dari modal: $ 1.714
NPV pada biaya 30% dari modal: ($ 2937)
Hitung Internal Rate of Return.





Penyelesaian:
Jarak antara 2 NPV = 1714 + 2937 = $ 4.651
IRR = + 25% (1714 / 4651) * (30% - 25%) = 26,84%

Jika IRR lebih besar dari biaya modal, terima proyek tersebut.
Jika IRR kurang dari biaya modal, tolak proyek tersebut.

2). Berikan contoh kasus NPV (Net Present Value)?
CHRISTIAN pada hari ini mendapat pinjaman dari RUDI sebanyak Rp 100 juta yang ingin saya investasikan selama satu tahun. Ada 3 pilihan bagi saya untuk menanamkan uang saya tersebut, yaitu :
1. Deposito 12 bulan dengan bunga 8%/thn,
2. Beli rumah lalu dikontrakkan Rp 10 jt/thn untuk kemudian semoga bisa dijual di akhir tahun dengan harga Rp 150 juta,
3. Beli emas sekarang dan dijual akhir tahun.

Agar dapat lebih mudah memilih investasi yang paling menguntungkan, CHRISTIAN ingin tahu berapa sih nilai sekarang dari hasil investasi untuk masing-masing pilihan? Atau dengan kata lain, berapa rupiahkan uang yang akan CHRISTIAN terima dari masing-masing pilihan investasi seandainya hasil investasi tsb CHRISTIAN terima sekarang, bukannya satu tahun kedepan?NPV digunakan untuk menjawab pertanyaan ini.

NPV merupakan hasil penjumlahan PV pengeluaran untuk investasi dan PV penerimaan dari hasil investasi.

Rumus untuk menghitung Present Value adalah :

PV = C1 / (1 + r)

Dimana C1 = Uang yang akan diterima di tahun ke-1.
r = Discount rate/ opportunity cost of capital.
Tingkat pengembalian/hasil investasi (%) dari investasi yang sebanding.

Sedangkan rumus untuk menghitung NPV adalah :


NPV = C0 + ( C1 / (1 + r))

Dimana C0 = Jumlah uang yang diinvestasikan (karena ini adalah pengeluaran, maka menggunakan bilangan negatif).

Untuk menghitung NPV Deposito, saya menggunakan discount rate (r) sebesar 4 %. Angka ini saya ambil dari tingkat bunga tabungan.

Jadi ,

NPV Deposito = (-100 jt) + (108 jt / ( 1 + 0,04 ))
= (- 100 juta) + 103,85 juta
= 3,85 juta
Lumayan juga nih hasilnya.

Untuk menghitung NPV Rumah, saya gunakan discount rate 12 % untuk mengakomodasi tingkat risiko.

NPV Rumah = (- 100 jt + 10 jt) + (150 jt / ( 1 + 0,12))
= ( - 90 jt) + 133,93 jt
= 43,93 jt
Wow, makin kaya aja keliatannya.

Untuk menghitung NPV Emas, discount rate-nya 0 %, karena emas meskipun berfungsi sebagai store of value / alat penyimpan kekayaan, emas tidak memberikan hasil.

NPV Emas = (- 100 jt) + ( 100 Jt / (1 + 0,00))
= 0 jt

Untuk berikutnya mari ita coba menghitung harga emas 10 tahun kemudian:
Harga Oktober 1998 adalah USD 300/oz dan harga Oktober 2008 adalah USD 900/oz.
Dengan penghitungan sederhana, saya peroleh rata-rata kenaikan harga emas adalah 20%/thn.

Jadi penghitungan ulang untuk NPV Emas adalah :

NPV Emas = ( -100 jt) + (120 jt / (1+0,00))
= (- 100 jt) + 120 jt
= 20 jt


Sumber:
http://christianmanasyesimanjuntak.blogspot.co.id/2016/11/tugas-4-ekonomi-teknik-contoh-kasus-irr.html